Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Sabtu, 6 September 2014

1 Korintus4:6b-15

Mazmur 145:17-18,19-20,21

Lukas 6:1-5

 

“Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.”

(Mazmur 145:19)

 

RASUL Paulus pada bacaan pertama hari ini mengungkapkan untuk bersikap rendah hati. Hal ini dilakukan dengan memberikan contoh akan kehidupan para rasul (1 Kor 4:9-13). Sikap rendah hati ini mempunyai makna yang dalam dan efek yang luas. Bacaan Mazmur pada hari ini mengungkapkan bahwa berkat dan mukjizat bisa terjadi kalau kita berdoa, berseru dan takut akan Tuhan. Doa untuk minta tolong kepada Tuhan adalah suatu sikap yang rendah hati, karena secara tidak langsung kita mengakui bahwa kita terbatas dan membutuhkan pertolongan Tuhan.

 

Sikap rendah hati akan membawa kita menaruh hormat pada Tuhan dan takut akan Tuhan. Jangan sampai kita bersikap seperti kebanyakan orang Farisi dimana orang Farisi dalam Kitab Suci sering tidak sejalan dengan Tuhan Yesus karena mereka jarang merendahkan hati dan membuka hati akan kehadiran Tuhan Yesus. Akibatnya mereka melewatkan harta yang begitu berharga, yaitu Tuhan Yesus itu sendiri. Kita sering terjebak dalam kesombongan dan beranggapan bahwa apa yang dicapai adalah karena usaha kita tanpa keterlibatan Tuhan. Bagi kita umat beriman, Tuhan terlibat dalam kehidupan kita, sehingga apapun yang kita hasilkan adalah karya Tuhan. Bila kita sadar bahwa Tuhan berkarya dalam hidupa kita, tidak akan ada sikap sombong. Apapun yang kita capai adalah karena bimbingan dan kasih Tuhan. [RW]

 

Apakah masih ada unsur kesombongan dalam diriku?

 

DOA(†)

Tuhan, tolong ajar kami, supaya kami bisa bersikap rendah hati.