Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Rabu, 24 September 201 4

Amsal 30: 5-9

Mazmur 119: 29,72, 89,101,104,163

Lukas 9:1-6

 

“Dan kalau ada orang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.

(Lukas 9:5)

                            

PADA bacaan Injil hari ini menceritakan tentang Yesus yang mengutus kedua belas muridnya untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. Menjadi pengikut Kristus tidak hanya sekedar perkataan dan percaya saja, itulah yang dilakukan oleh kedua belas murid, mereka meninggalkan segalanya untuk Tuhan baik jasmani maupun rohani. Kutipan ayat diatas “debu” adalah simbol dari suatu hal yang kotor dan tidak baik, yang dimaksudkan adalah saat ada orang yang membenci kita, janganlah kita menyimpan dalam hati, namun lepaskanlah semua dari pada kita hingga kita bersih dari debu (sakit hati, benci) tidak hanya dalam perkataan saja namun benar-benar dari hati yang terdalam kita telah mengampuni orang tersebut.

                                                                                            

Sebagai manusia seperti kita para murid juga pernah merasakan takut, khawatir, sakit hati dan perasaan manusia pada umumnya, namun pada akhirnya merekapun bertobat dan kembali kepada Tuhan, sehingga pada hari ini kita bisa merasakan kisah perjalanan hidup mereka bersama Yesus, salah satunya dengan kita membaca Injil.  [W_6nd]

                                                       

Beranikah aku untuk membersihkan debu kehidupan ini dengan sepenuh hati hingga tak tersisa lagi?

 

DOA(†)

Tuhan bantulah aku supaya aku tidak hanya berani memperkatakan aku telah mengampuni melalui mulutku saja, namun hati dan pikirankupun melakukan hal yang sama. Amin(†)