Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Kamis, 25 September 2014

Pengkhotbah 1:2-11

Mazmur 90:3-4,5-6,12-13,14,17

Lukas 9:7-9

 

Tetapi Herodes berkata: Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus”

 (Lukas 9:7-9)

 

MENGAPA Herodes merasa cemas ketika mendengar tentang sosok Yesus? Masih ingatkah teman-teman bagaimana Herodes membunuh Yohanes Pembabtis saat ulang tahun puteri Herodias? Ya, rasa penyesalan itulah yang terus menghantui Herodes. Ia sadar bahwa ia telah bersalah membunuh Yohanes Pembabtis. Rasa takut Herodes bertambah saat orang-orang berkata bahwa Yohanes Pembaptis yang dahulu dibunuhnya, sekarang hidup lagi dalam diri Yesus. Yohanes hidup lagi, dan siap untuk melakukan pembalasan.

 

Mudah bagi kita untuk bersembunyi dari orang yang mengejar kita. Namun, sulit bagi kita untuk bersembunyi dari rasa bersalah kita. Apalagi itu adalah dosa yang berat. Tuhan memberikan hati nurani dalam diri setiap orang. Ketika orang berbuat dosa, maka hari nurani itulah yang akan terus mengetuk kita sampai kita merasa bersalah dan kembali kepada Tuhan. Namun kita harus ingat. Hati nurani bisa saja tumpul karena dosa yang kita lakukan terus-menerus. Oleh karena itu, hiduplah dalam damai dan kasih Tuhan. Jauhkan diri dari segala godaan untuk berbuat dosa. Dengan demikian, hati kita akan tenang dan hidup dalam sukacita surgawi. [tj]

 

Bagaimana dengan hati nurani kita?

 

DOA(†)

Tuhan, ajar kami untuk selalu hidup di dalam terang firman-Mu dan menjauhi segala dosa.  Amin(†)