Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Minggu, 17 November 2013

Hari Minggu Biasa XXXIII                                                                                                                                                                                                                     Maleakhi 4:1-2a;

Mazmur 98:5-6,7-8,9a,9bc;

2 Tesalonika 3:7-12;

Lukas 21:5-19

SEHELAI PUN TIDAK HILANG

“Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.”

(Lukas 21:18)

 

                Agnes baru saja menerima satu set pensil warna dari pamannya. Betapa senang hati Agnes.  Sejak hari itu, ia selalu membawa pensil warnanya yang baru itu ke sekolah.  Namun, suatu hari sepulang sekolah, Agnes menemukan pensil warnanya tidak lengkap.  Satu batang yang berwarna biru hilang.  Hati Agnes sangat sedih.  Segera ia memeriksa isi tasnya, lemari meja belajarnya, dan kamarnya.  Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya Agnes menemukan pensilnya di bawah meja belajarnya.  Agnes kembali bersukacita.

                Kawan-kawan, seperti Agnes, Yesus pun tidak akan membiarkan sehelai rambut di kepala kita hilang.  Itu karena kita sangat berharga dan mulia di mata-Nya.  Bersyukurlah kalau kita punya Allah yang luar biasa mengasihi kita. (GVR)

 

Doa (†) :

Tuhan Yesus,terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar atas hidup kami. Amin.