The first name is Zolpidam 10 Mg if we buy viagra now Make sure that you do not sleep in day. viagra online buy Erection dysfunction is triggered as an effect of buy female viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take buy brand viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble within the selling of expired buy discount viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because of buy viagra professional A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, viagra best buy For quality as well as inexpensive services that are Canadian, you will not buy discount viagra online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Jumat, 13 Desember 2013

Pw. St. Lusia, PrwMrt (M)                                                                                                                                                                                                                   Yesaya 48:17-19;

Mazmur 1:1-4,6;

      Matius 11:16-19

NETING (NEGATIVE THINKING)

Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.”(Matius11:18)

 

                Di sekolah ada anak baru bernama Glenn. Ketika Ibu guru memperkenalkan Glenn di depan kelas, banyak anak yang menghina penampilannya. Memang Glenn terlihat berbeda dari teman-temannya. Ada yang bilang, “Eh lihat, si Glenn kayak preman ya.” Ada juga yang bilang, “Pasti dia anak yang nakal.”   Masih banyak lagi komentar buruk lainnya tentang Glenn.  Namun setelah beberapa minggu berlalu, ternyata Glenn anak yang sangat baik. Dia rajin mengerjakan PR, suka membantu teman, sopan, dan tidak pernah bolos.

Sahabat, seringkali kita seperti teman-teman Glenn yang suka menilai seseorang berdasarkan kesan pertama kita terhadap orang tersebut. Sama seperti yang Yesus katakan dalam injil Matius. Banyak orang yang menghina Yohanes dan Yesus karena perbuatan mereka. Padahal sebetulnya Yohanes dan Yesus tidak seperti yang mereka katakan.

Sahabat, yuk kita belajar untuk tidak berpikiran buruk tentang orang lain. Jangan menghina orang lain hanya dari penampilan atau kebiasaannya saja. Tetapi, mari kita lihat hatinya. Kalaupun tidak baik, kita harus tetap mengasihinya. (Nat).

               

Doa (†) :

Tuhan Yesus, ajar kami untuk memiliki mata seperti mata-Mu dan hati seperti hati-Mu yang penuh kasih.Amin.