Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Rabu, 22 Januari 2014

1 Samuel 17:32-33,37,40-51;

Mazmur 144:1,2,9-10;

Markus 3:1-6;

 

 

MANUSIA LEBIH PENTING

 

 

Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.” (Markus 3:4)

 

Ada seorang yang mati sebelah tangannya di rumah ibadat.  Semua yang hadir di situ mengamat-amati Yesus.  Mereka penasaran apakah Yesus akan menyembuhkan orang itu pada hari Sabat.  Mereka berbuat seperti itu, agar mereka dapat mempersalahkan Yesus.  Benar saja !  Yesus tetap menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya itu.  Lebih lanjut Yesus memberikan pertanyaan kepada semua yang hadir.  "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"  Semua terdiam mendengar pertanyaan Yesus.  Betapa sedih dan marah hati Yesus mengetahui hati mereka yang jahat.

Sahabat, Yesus juga pasti bersedih hati bila kita bersikap seperti cerita tersebut di atas.  Kita tidak mau berbuat baik dan menunjukkan kasih kepada sesama hanya karena takut pada aturan yang berlaku.  Pantaskah mengorbankan kepentingan manusia daripada aturan itu sendiri ?(RBS)

 

Doa (†) :

Tuhan Yesus, ingatkan kami untuk selalu mendahulukan kepentingan manusia daripada aturan yang berlaku. Amin.