Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Rabu, 29 Januari 2014                                

2 Samuel 7:4-17;

Mazmur 89:4-5,27-28,29-30;

Markus 4:1-20

 

 

BENIH YANG BAIK

 

 

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat." (Markus 4:20)

 

Injil hari ini bercerita tentang seorang penabur yang menaburkan benih di atas berbagai jenis tanah.  Ada benih yang jatuh di pinggir jalan, di tanah yang berbatu-batu, di tengah semak berduri, dan di tanah yang baik.  Tentunya benih yang berhasil tumbuh dengan baik adalah benih yang ditaburkan di atas tanah yang baik.  Penabur itu adalah Allah sendiri.  Benih adalah firman.  Tanah adalah hati kita masing-masing. 

Jika hati kita diandaikan dengan tanah, sudahkah benih ”firman Allah” yang ditabur di ”tanah” kita tumbuh dengan baik ?  Sudahkah benih kita itu berbuah ?  Atau justru sebaliknya dimana benih itu justru hanya bertahan sebentar ?

Sahabat, mari jadikan hati kita tanah yang baik bagi Allah, Sang Penabur, untuk menaburkan benih ”firman-Nya” !  Jadikah benih kita tumbuh dan berbuah bagi kemuliaan-Nya. (RF)

 

Doa (†) :

Ya Allah, jadikan hati kami tanah yang baik bagi benih firman-Mu untuk tumbuh dan berbuah di sepanjang hidup kami. Amin.