Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Jumat, 21 Februari 2014

St. Petrus Damianus                                                                                                                                                                                                                                            Yakobus 2:14-24,26;

Mazmur112:1-2,3-4,5-6;

      Markus 8:34-9:1

ADAKAH ALLAH DALAM HIDUPMU ?

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."

(Markus8:34)

 

Salib melambangkan penderitaan.  Hari ini Yesus mengajak kita untuk memikul salib kita.  Dengan memikul salib kita, kita mengikuti Yesus, sang teladan iman kita.  Memang saat dipikul, ”salib atau penderitaan” pastilah berat.  Namun, tidak perlu ragu atau takut.  Yesus pasti akan memampukan kita hingga sanggup memikul salib kita.  Ingat, di balik salib ada kemuliaan Allah yang tersedia bagi kita.

Sahabat terkasih, sesuai permintaan Yesus, janganlah takut memikul salib kita.  Saat kita memikul salib, Yesus ada di samping kita.  Ia tidak pernah tinggalkan kita sendirian.  Ia senantiasa menyertai hidup kita.  Jadi, jangan pernah bertanya lagi apakah Allah benar-benar ada dalam hidup kita saat kita memikul salib, ya ! (Nat).

               

Doa (†) :

Ya Allah, bersama-Mu kami percaya bahwa kami pasti mampu memanggul salib kami menuju kemuliaan-Mu. Amin.