The first name is Zolpidam 10 Mg if we buy viagra now Make sure that you do not sleep in day. viagra online buy Erection dysfunction is triggered as an effect of buy female viagra Still another very important benefit of the online pharmacy is the viagra buy cheap Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take buy brand viagra For CVS, its not the initial time its located itself in in some trouble within the selling of expired buy discount viagra If you are afflicted with impotency and want a powerful treatment because of buy viagra professional A disfuno ertil ocorre geralmente em associao com doenas como diabetes, presso distrbios that is arterial alta ou hipertenso, viagra best buy For quality as well as inexpensive services that are Canadian, you will not buy discount viagra online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Kamis, 27 Februari 2014                                

St. Gabriel dari Bunda Berdukacita                                                                                                                                                                                                                            Yakobus 5:1-6;

Mazmur 49:14-15ab, 15cd-16,17-18,19-20;

                                                                Markus 9:41-50

PECAH = TIDAK TAHAN LAMA

 “Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."(Markus 9:50)

 

Pernahkah teman-teman makan tanpa garam ?  Bagaimana rasanya ?  Pasti tidak enak dan hambar rasanya.  Garam memang sudah dikenal sebagai penyedap makanan. 

Begitu pula dengan hidup kita.  Yesus rindu setiap dari kita menjadi garam-Nya di tengah masyarakat.  Kehadiran kita bukan malah membuat orang-orang di sekitar kita menjadi hambar.  Sebaliknya, kehadiran kita justru membawa berkat seperti garam yang memberikan rasa enak pada makanan.  Bagaimana bisa menjadi garam bagi Yesus ?  Jawabannya sangat mudah !  Hiduplah berdamai selalu dengan sesama kita. (RF)

 

Doa (†) :

Tuhan Yesus, jadikan kami garam berkat-Mu yang membawa rasa ”enak” bagi sesama di sekitar kami. Amin.