Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Pelatihan Basic Life Support Umat St. Monika (16 Des 2017)

 

Praktek cara membawa korban kecelakaan lalu lintas

 

Seringkali kita tidak siap ketika dihadapkan dengan kejadian yang muncul secara tiba-tiba yang ada di sekitar kita, apalagi yang berhubungan dengan keselamatan jiwa seseorang. Bahkan ketika kejadian itu menimpa orang terdekat kita sekalipun, baik itu orang tua, istri, suami bahkan anak kita sendiri, kita menjadi takut, bingung bahkan  menangis. Sering keterlambatan yang hanya beberapa menit ketika kita memberikan pertolongan pertama akan sangat berdampak terhadap keselamatan hidup seseorang, bahkan masa depan seseorang. Menit-menit pertama dalam pertolongan pertama itulah yang sangat menentukan hidup atau matinya seseorang.

Bertempat di Function Hall RS Eka Hospital BSD City, Sabtu (16/12), Sie Kesehatan Paroki Serpong St. Monika bekerjasama dengan RS Eka Hospital mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dari pukul 09.00 - 11.00 WIB. Acara ini sendiri dipandu oleh dr. Erik yang juga warga paroki St. Monika. Umat yang sekitar 40 orang cukup antusias mengikuti acara dan aktif menanyakan permasalahan yang biasa dihadapi saat terjadi BHD.

Seperti yang dikatakan dr. Erik dalam pelatihan BHD atau istilah asingnya Basic Life Support (BLS) “Apakah kita akan mengambil kesempatan yang 30% dalam memberikan pertolongan pertama kepada seseorang yang benar-benar terancam keselamatan hidupnya? Atau kita hanya berdiam diri menjadi penonton saja?” Ketika terjadi keadaan kritis, seseorang harus mulai berani melakukan beberapa tahapan seperti: ketahui respon korban (panggil dan tepuk korban), lalu panggil ambulan dengan menghubungi 021-256555577 (RS. Eka Hospital) atau 118. Ketika melakukan panggilan permintaan tolong via telpon berikan informasi sebagai berikut : lokasi, nomer telpon si pemanggil, apa yang terjadi, berapa banyak korban, kondisi korban, pertolongan apa yang sedang diberikan, dan informasi apa yang diperlukan lebih lanjut.

Dalam BHD ini juga diberikan pelatihan dan praktek bagaimana melakukan kompresi dada, teknik membuka jalan nafas (airway), teknik memeriksa pernafasan, teknik melakukan recovery position, dll. Bahkan diajarkan juga bagaimana cara memberikan pertolongan kepada balita.

Dan hal penting untuk kita ketahui bersama bahwa di beberapa bandara Indonesia saat ini juga sudah disediakan alat yang disebut Automated External Defibrillator (AED). AED adalah peralatan elektronik portable yang bisa secara otomatis mendiagnosis ritme jantung dan bisa memberi bantuan darurat untuk orang yang terkena serangan jantung mendadak. Alat ini ditempatkan pada sebuah kotak berjendela kaca dan kaca boleh dipecahkan untuk mengambil alat bilamana diperlukan. Tak lupa dr. Erik juga mempraktekkan cara menggunakan alat tersebut.

Mungkin sebagian dari kita bertanya apa itu BHD? BHD adalah serangkaian upaya awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung atau cadiac arrest.

Tujuan pelatihan ini sendiri diharapkan agar para petugas tata laksana saat misa dapat menguasai ketrampilan BHD ini sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kegawatdaruratan medis selama berlangsungnya misa atau dalam kehidupan sehari-hari.

Target dari acara ini agar masing-masing lingkungan dapat mengirimkan perwakilannya untuk belajar bersama tentang BHD. Dan ingat  pelatihan ini tidak dipungut biaya atau gratis, bahkan kepada peserta diberikan sertifikat.  Harapan ke depan agar acara serupa seperti ini bisa lebih sering diadakan lagi untuk umat paroki St. Monika.

(adrianus trio.s)

Praktek memeriksa denyut nadi korban

 

 

 

Teknik ketika kita menghadapi orang yang tersedak sesuatu yang bisa membawa kematian

 

 

Automated External Defibrillator (AED)

 

 

dr. Erik