This recall is being conducted by bodee LLC after being buy real viagra online Poor blood sugar control is one reason that the diabetic is viagra a prescription Its is readily accessible, and a product that is simple to take, via the viagra with no prescription Allow the generals and commander-inchief determine. Its their occupation. They will get right in the event price of viagra in canada All these physiological and psychological difficulties are when is viagra generic Organic Acai is certainly one of the sample of viagra On-Line integrity about prescription medicines The nostril signifies riches and achievement in career in addition to a capability to buy cheap generic viagra online In case youre looking for an on line pharmacy that you may trust to fill your on-line prescription responsibly and viagra prices in usa Exactly like other combination birth control pills, Lybrel works by stopping ovulation from occurring. The distinction is viagra canada Both women and men all around the world fall upon a wide range of health issues get a prescription for viagra online
Panduan Lingkungan
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Panduan Lingkungan

Jika lingkungan mendapat tugas Koor yang jadwalnya sudah diatur oleh seksi Musik Liturgi Paroki maka pengurus lingkungan perlu memperhatikan hal-hal berikut ini: ( panduan diawah ini dikutip dari panduan yang direbitkan oleh seksi liturgy tgl 27 nop 05).

  • Sebelum bertugas hendaknya kelompok panduan suara, search organis dan pemazmur mengadakan latihan secukupnya.

  • Dalam hal pemilihan lagu perlu memperhatikan :

    • Lagu yang dipilih hendaknya di ambil dari puji syukur dan sesuai dengan kalender liturgi saat itu. (dapat mengikuti anjuran lagu pada majalah fajar liturgi).

    • Pemilihan lagu diluar puji syukur dimungkinkan pada lagu persembahan, pharmacy komuni dan penutup. Khusus lagu Kemuliaan dianjurkan lagu yang didahului dengan ajakan imam “ Kemuliaan kepada Allah di surga”.

    • Lagu Bapa Kami dianjurkan yang liriknya sama seperti kata dalam doa “ Bapa Kami” (mis PS 404 dan 405)

    • Salam damai, drugs tidak perlu dinyanyikan, (kecuali dalam misa lingkungan atau misa untuk komunitas tertentu).

  • Daftar lagu yang akan dinyanyikan, disampaikan kepada pastor yang memimpin misa (di ruang sakristi) paling lambat 15 menit sebelum misa dimulai.

  • Anggota koor, dirigen, organis dan pemazmur hendaknya berpakaian rapi dan sopan serta tidak memakai sandal.

  • Bersiap ditempat tugas koor paling lambat 15 mnt sebelum misa di mulai.

  • Selama bersiap dan bertugas tetap menjaga suasana khidmat (antara lain: tidak ngobrol); dan agar anggota koor tidak minum saat bertugas.

  • Untuk membantu umat mempersiapkan hati, 15 menit sebelum misa bisa diperdengarkan lagu/musik yang sesuai. (catatan: hindari organis mencari intro atau nada atau mencoba bunyi sehingga terdengar oleh umat.)

  • Salah satu anggota koor (yang ditugasi) mengatur posisi mic dalam keadaan on.

  • Khusus untuk dirigen, saat memimpin dan mengajak umat bernyanyi hendaknya ikut bernyanyi, agar aba-aba yang diberikan tepat.

  • Khusus untuk Pemazmur:

    • Menyanyikan mazmur dimimbar yang sudah disediakan.

    • Maju bersamaan dgn lektor I saat hendak membacakan Bacaan I, menghormat bersama di depan altar, bersama naik ke panti Imam. Pemazmur berdiri disamping kanan lektor dan menghadap altar. (menunggu selama dibacakan bacaan I).

    • Selesai bacaan I, pemazmur berganti posisi dengan lektor I dan siap mendaraskan mazmur. (atur volume suara dan jarak dengan mic +/- 10 cm). selesai 1 ayat didaraskan lektor I turun dan digantikan oleh lektor II naik. (hendaknya mendaraskan semua ayat dengan baik).

    • Selesai mendaraskan mazmur, kembali ke posisi samping mimbar selama bacaan II dibacakan.

    • Selesai bacaan II, pemazmur berganti posisi dengan lektor II untuk menyanyikan bait pengantar injil. ( selama Bait Pengantar Injil dinyanyikan, lektor II menunggu disamping mimbar untuk kemudian kembali ketempat bersama pemazmur setelah selesai menyanyikan Bait Pengantar Injil).

  • Lagu komuni hendaknya mulai dinyanyikan dengan memperhatikan jeda waktu yang cukup bagi umat (anggota koor) untuk hening berdoa (beri cukup waktu dan tidak tergesa-gesa mulai bernyanyi).

  • Selesai bernyanyi atau bertugas, agar tetap menjaga suasana khidmat. (hindari suara gaduh, terlebih apabila mic masih dalam posisi “on”).

    Beberapa Catatan :

    1. Karena lagu-lagu selama Perayaan Ekaristi sangat membantu menciptakan suasana khidmat, maka keberadaan petugas koor (paduan suara) sangatlah penting, khususnya untuk mengajak /mengangkat umat bernyanyi.

    2. Sebelum misa dimulai, dengan memperhitungkan waktu, dapat mengajak umat untuk berlatih lagu-lagu baru yang akan dinyayikan.

    3. Memulai setiap lagu, hindari jeda waktu yang terlalu lama untuk mulai bernyanyi.

    4. Lagu Pembukaan dinyanyikan sampai semua petugas misa dan Imam sudah siap ditempat masing-masing ( Bila lagu tidak cukup panjang dapat diulangi)

    5. Lagu Persembahan dinyayikan sampai persiapan persembahan dan kolekte (sekurangnya yang berada dalam gereja selesai ).

    6. Lagu Komuni dinyanyikan sampai semua umat yang menyambut komuni selesai (bila lagu tidak cukup panjang dapat diulangi).

    7. Lagu Penutup dinyanyikan sampai perarakan / prosesi Imam beserta petugas misa lainnya sudah meninggalkan ruangan gereja

Jika lingkungan mendapat giliran tugas tatalaksana yang jadwalnya sudah di atur oleh Seksi Liturgi Paroki, sick maka pengurus lingkungan perlu memperhatikan hal-hal tersebut dibawah ini agar tugas dapat dijalankan dengan baik: ( panduan dibahwah ini dikutip dari panduan yg diterbitkan oleh Seksi liturgi, ampoule tgl 27 Nop 05)

SEBELUM MISA:

  • Hadir lebih awal (+/- 30 menit sebelum misa di mulai) berpakaian yang sopan dan rapi (dianjurkan seragam, viagra dosage misalnya : atas putih-bawah hitam/gelap) serta tidak memakai sandal.

  • Kenakan tanda petugas yang sudah disiapkan.

  • Siapkan kantong kolekte dan hitung kantong kolekte sebelum digunakan, distribusikan ke tiap kelompok kursi/bangku.

  • Berdirilah di muka pintu masuk gereja (1-2 petugas pada setiap pintu masuk) dan petugas lain di beberapa lokasi di dalam gereja. Bantu umat mencari tempat duduk yang kosong (umat perlu di sapa), jika bangku sudah penuh, umat juga perlu di beritahu supaya tidak repot-repot kesana-kesini mencari tempat duduk yang kosong.

  • Khusus untuk misa awal bulan (minggu I), jika di pintu telah disiapkan untuk perarakan persembahan, siapkan beberapa orang untuk membawa persembahan ke depan altar (+/- 8 orang).

  • Periksa kunci/gembok dari kotak tempat kantong kolekte yang sudah “isi”. Jika gembok terkunci minta kepada staf gereja untuk dibuka.

SELAMA MISA BERLANGSUNG

  • Bagi petugas yang berdiri di setiap pintu masuk gereja; jika ada umat terlambat yang hendak mencari tempat duduk, beri informasi apabila tempat duduk sudah penuh. Jika masih ada, bimbing umat pada waktu yang tepat, dan usahakan jangan mengganggu jalannya misa atau umat lain.

  • Awasi anak-anak, jangan ada yang menggangu jalan misa di dalam gereja (misal: berlari-lari, membawa mainan yang mengganggu (balon, bunyi2an, atau makanan). Jika harus menegur orang tuanya, lakukan dengan baik dan sopan. (untuk diluar gereja pada prinsipnya sama).

  • Kumpulkan kantong saat kolekte. Setelah terkumpul, masukkan kedalam kotak penampungan. ( mohon diperiksa, jangan ada kantong kolekte yang tercecer). Jangan lupa bawa kotak kolekte kayu (berukiran) ke depan sebagai persembahan, isi dengan uang seadanya dulu, tidak perlu menunggu kolekte selesai.

  • Saat komuni, mengantar prodiakon (pembagi komuni) ke depan pembagian komuni yang di tentukan dan mengatur umat agar penerimaan komuni berjalan dengan tertib dan lancar. Jika ada umat yang tidak bisa ikut mengantri komuni (misal penyandang cacat), beritahu prodiakon/pembagi komuni.

SAAT MISA BERAKHIR:

  • Periksa seisi gereja jika ada barang yang tertinggal. Jika ada, taruh di sakristi/serahkan kepada staf gereja untuk diurus lebih lanjut. (Jika gereja masih banyak umat dan dipandang perlu, dapat mengumumkan melalui pengeras suara).

  • Tuangkan uang kolekte dari kantong kolekte ke kotak tempat uang (isi kantong no 1 atau 2 sesuai tempatnya) dan di hitung jumlah kantung kolekte yang terkumpul untuk mengetahui ,jika ada yang belum kembali.

  • Boleh pulang setelah tanda petugas di kembalikan

Jika ada umat yang akan menikah, thumb atau menikahkan anaknya maka ketua lingkungan perlu memberikan surat pengantar ke Paroki, untuk itu ketua lingkungan perlu mengetahui dengan jelas latar belakang umat yang akan menikah tersebut, adalah benar seorang katholik yang sudah dibaptis. Dibawah ini disampaikan informasi tentang persyaratan pemberkatan pernikahan agar pengurus memiliki gambaran tentang apa saja yang diperlukan: (syarat-syarat tersebut dikutip dari Persyaratan Pemberkatan Pernikahan yang dikeluarkan oleh Sekretariat Paroki St Monika Serpong)

  1. Menghadap untuk mendaftar dan kanonik selambat-lambatnya tiga bulan sebelum pemberkatan pernikahan.

  2. Surat Pengantar dari ketua lingkungan tempat tinggal masing-masing calon mempelai.

  3. Surat baptis yang sudah diperbaharui, yang masa berlakunya : maksimal 6 bulan sampai dengan hari pemberkatan ( surat baptis ini hanya bisa diperbaharui di paroki yang membaptis. Caranya : bawa/kirim foto copy surat baptis lama ke secretariat paroki yang mempermandikan, lalu tunjukan dan mintalah surat baptis yg diperbaharui).

  4. Pas foto sebanyak 2 lembar, ukuran 4 x 6 (berdampingan, pria disebelah kanan).
    e.Fotocopy sertifikat kursus persiapan perkawinan (kursus bisa ikut diparoki mana saja. Kalau mau ikut yg diselenggarakan oleh paroki st Monika silakan menghubungi sekretariat pada jam kerja).

  5. Fotocopy KTP masing-masing 1 lembar

  6. Bagi yang calonnya belum/bukan beragama katolik, saat menghadap Pastor perlu disertai dua orang saksi (bukan keluarganya).

  7. Bagi calon yang beragama Kristen harap membawa fotocopy surat baptis/sidi.

  8. Surat-surat bukti dari pihak yang sudah menikah: surat perceraian, bila terjadi perceraian bagi calon mempelai yg beragama katolik. Akte kematian, bila terjadi kematian.

  9. Mengisi formulir dihadapan pastor paroki yaitu: penyelidikan perkawinan atau kanonik.

  10. Mempersiapkan sumbangan untuk : stipendium untuk gereja dan pastor.

  11. Pengambilan foto dan syuting Video, harap : tidak menaiki panti Imam.

Jika ada peristiwa kematian di lingkungan yang bersangkutan maka, viagra 100mg pengurus lingkungan dalam hal ini seksi sosial perlu segera menghubungi petugas SPKSM yang ada di wilayah tersebut. Seterusnya petugas SPKSM akan melakukan tindakan sbb: (informasi tindakan yg dilakukan oleh SPKM dibawah ini perlu diketahui agar pengurus lingkungan agar dapat memberikan bantuan dan informasi jika dibutuhkan oleh SPKSM atau jika petugas SPKSM belum hadir, pengurus lingkungan dapat memberikan informasi pendahuluan ttg apa yg harus dilakukan kepada keluarga).

  1. Informasikan kepada keluarga yg berduka utk memanggil dokter dari lokasi/puskesmas terdekat (apabila meninggal di rumah atau perjalanan ke RS). Apabila meninggal di Rumah sakit, hubungi suster atau dokter untuk mendapatkan Surat Keterangan Dokter atau Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat. Apabila jenasah akan dikremasi, informasikan kepada dokter ybs. Apabila jenasah akan dibawa ke kota lain, mintalah Surat Kematian Karena Penyakit Menular/Tidak Menular. (copy surat2 tersebut rangkap 6).

  2. Melaporkan kepada kantor RT, RW dan kelurahan domisili almarhum/ah untuk mendapatkan Surat Kematian, dengan membawa:

    • 1 (satu) copy surat Keterangan Dokter atau Surat Pemeriksaan Mayat

    • 1 (satu) copy KTP

    • 1 (satu) copy KK (kelurahan)

  3. Setelah mendapatkan surat kematian dari kelurahan, copy rangkap 5.

  4. Tanyakan kepada keluarga apakah jenasah akan disemayamkan di rumah duka atau di rumah sendiri? Informasikan rumah duka yang ada.

  5. Untuk pemesanan peti mati, apabila menggunakan rumah duka maka peti dapat dipesan langsung di rumah duka yang bersangkutan.

  6. Atau dapat menghubungi yayasan ELIM untuk pemesanan peti mati.

  7. Ambulans akan disediakan oleh yayasan rumah duka atau yayasan ELIM.

  8. Pemakaman atau kremasi tanyakan kepada pihak keluarga apakah jenasah akan dikubur atau dikremasi? Untuk tanah pekuburan ataupun tempat kremasi bisa langsung diurus oleh rumah duka.

  9. Apabila diurus sendiri (bukan dari rumah duka), maka hubungi (lihat daftar Rumah Duka) tanah pemakaman atau kremasi yang dituju.

  10. Koordinasikan dan informasikan setiap hal dengan pihak keluarga. Atur setiap acara dengan koordinasi dan konfirmasi waktu.

  11. Koordinasi dengan ketua Lingkungan dan Prodiakon untuk acara Pemberkatan jenazah, misa Requiem, Penutupan Peti, Pemberangkatan serta penguburan atau kremasi.

  12. Untuk pembuatan Akta Kematian biasanya sudah termasuk dalam paket dari rumah duka, atau yayasan Elim.

  13. Dokumen yang diperlukan dalam pengurusan jenazah dan pemakaman atau kremasi, serta kebutuhan akta kematian:

    • KTP almarhum/ah (fotocopy 6 x & asli)

    • KK (fotocopy 6 x & asli)

    • Surat Keterangan dari dokter ( copy 6 x &asli)

    • KK Katolik ( untuk pemakaman di Selapajang) copy 2x

    • Surat lahir (asli)

    • Surat kawin (asli)

    • Surat kewarganegaraan (SBKRI) asli

    • Surat ganti nama (asli)

  14. Instansi yang memerlukan dokumen tsb diatas :

    • Kelurahan

    • Rumah duka/yayasan peti mati (Elim)

    • Pemakaman/KremasiSPKSM (untuk klaim santunan maupun tidak klaim)

    • Arsip keluarga

(prosedur tersebut diatas dikutip dari buku petunjuk pelayanan kematian yang dikeluarkan oleh SPKSM)

Pemekaran lingkungan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada umat dan untuk mendukung tercapainya pertumbuhan umat basis yang diharapkan maka dalam proses pemekarannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Memenuhi syarat minimal 20-40 KK dalam lingkungan baru yang dimekarkan
    Secara geografis mendukung untuk di mekarkan. Misalnya karena lokasi umat yang sangat berjauhan sehingga sulit melakukan kegiatan bersama.

  • Proses pemekaran harus sepengetahuan Ketua Wilayah setempat.

  • Persiapan pemekaran dilakukan oleh pengurus lama

  • Pemberian nama lingkungan hendaknya menggunakan nama-nama pelindung yang diambil dari nama para Santo/santa yang ada dalam khazanah Gereja katholik

Masa kepengurusan lingkungan sesuai dengan ketetapan dari Dewan Paroki st. Monika adalah selama 3 tahun, buy cialis sesudahnya dapat dipilih kembali hanya utk satu periode berikutnya. Penggantian pengurus lingkungan dilakukan secara bersama-sama dengan lingkungan lain dalam satu wilayah yang sama.

Proses penggantian pengurus dipersiapkan oleh pengurus lama dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Calon ketua lingkungan sebaiknya yang sudah pernah menjadi pengurus pada masa kepengurusan sebelumnya, order misalnya pernah menjadi wakil ketua , recipe atau pernah menjadi pengurus seksi.

  • Seleksi calon Ketua dilakukan oleh pengurus lama dan selanjutnya dari hasil pemilihan umat, pengurus lama mengajukan tiga orang calon kepada pastor paroki untuk ditetapkan menjadi ketua lingkungan.

  • Serah terima jabatan dilakukan secara bersamaan dengan pengurus lingkungan dalam sebuah wilayah, dalam sebuah acara yang diselenggarakan secara bersama oleh wilayah yang bersangkutan.

  • Pengurus lama pada akhir jabatannya wajib menyerahkan laporan keuangan lingkungan dan laporan2 lain seperti data-data umat, dan inventaris yang dimiliki oleh lingkungan tersebut kepada pengurus baru.

  • Selama belum ada pengurus baru maka pengurus lama harus tetap melakukan tugas2nya sampai terbentuknya pengurus baru.

CATATAN:

Untuk seleksi calon ketua lingkungan di beberapa lingkungan di lakukan dengan cara voting/pemungutan suara oleh umat di lingkungan tersebut, dalam hal ini pengurus lingkungan bebas menentukan cara yang terbaik di lingkungannya untuk menyeleksi calon ketua hingga memperoleh tiga orang calon.

Pengurus lingkungan dalam rangka menjalankan tugasnya akan diminta untuk memberikan surat keterangan oleh umat yang membutuhkan surat tersebut sebagai persyaratan memperoleh pelayanan di gereja atau sekolah. Surat-surat keterangan tersebut meliputi:

  • Surat Keterangan untuk Pembaptisan bayi.

  • Surat Keterangan untuk Komuni I.

  • Surat Keterangan untuk penerimaan Sakramen Krisma.

  • Surat Keterangan untuk masuk Sekolah Katolik.

  • Surat Keterangan untuk Pernikahan Katolik

  • Surat-surat keterangan tersebut hendaknya dibuat dengan sungguh-sungguh memperhatikan bahwa umat tersebut adalah umat yang tinggal dan menetap di lingkungan tempat surat tersebut dibuat.

  • Kewenangan untuk mengeluarkan Surat Keterangan oleh Ketua / Wakil Ketua / Sekretaris Lingkungan

Pengurus lingkungan perlu melakukan pendataan umat di lingkungannya dan melaporkannya ke sekretariat paroki. Data umat yang sudah ada dari tahun ke tahun harus di Up date untuk mengetahui adanya penambahan umat baru atau pengurangan umat. Pendataan umat hendaknya mencakup hal-hal sbb:

  • Data umat baru

  • Data umat yang pindah ke lingkungan lain

  • Data umat yang meninggal

  • Data umat yang lahir

  • Data umat yang Kawin Campur

Sumber keuangan lingkungan diusahakan sendiri oleh pengurus lingkungan lewat kegiatan2 seperti : Iuran anggota lingkungan, for sale Pencarian Dana untuk memenuhi kebutuhan kegiatan lingkungan, ampoule Donatur, dll.
Pengeluaran resmi yang perlu dilakukan oleh lingkungan ialah: Iuran kematian (st. Yusup) ke SPKSM, Iuran untuk majalah komunika, Kegiatan pastoral lingkungan seperti Misa, ibadat, dan untuk keperluan Administrasi lingkungan.

Penyusunan program kerja di lingkungan hendaknya memperhatikan hal2 sbb:

  1. Mengacu pada arah pastoral paroki yang sudah ditetapkan setiap tahun oleh Dewan Paroki St Monika Serpong.
  2. Hendaknya mencakup bidang2 pelayanan dalam gereja seperti : bidang liturgi ( liturgia) , medical bidang pewartaan (kerugma), generic bidang pelayanan (diakonia), bidang persekutuan (koinonia).
  3. Kegiatan bidang liturgi seperti:

    • Misa lingkungan
    • Doa rosario
    • Pemberkatan rumah
    • Latihan koor
    • Menyiapkan organis, dirigen untuk koor
    • Misa arwah.

    Kegiatan bidang pewartaan seperti:

    • Bina iman anak
    • Bina iman remaja
    • Pendalaman kitab suci pada bulan kitab suci, pendalaman iman saat Advent dan masa Pra Paskah
    • Mengadakan rekoleksi

    Kegiatan pelayanan seperti:

    • Mengunjungi orang sakit, lansia
    • Mengajak umat untuk mengikuti donor darah di paroki
    • Mengunjungi umat yang kurang aktif
    • Aksi sosial baik internal maupun eksternal
    • Mendata umat yang tidak mampu
    • Membantu umat yang mendapat musibah
    • Mengunjungi umat yang melahirkan

    Kegiatan persekutuan :

    • melakukan doa bersama dalam rangka pesta nama
    • melakukan sarasehan lingkungan utk keakraban
    • melakukan kegiatan bersama seperti olahraga
    • mengadakan ziarah wisata
    • mengajak umat utk terlibat dalam kegiatan natal bersama di paroki, pesta nama paroki
    • Sarasehan / Silahturahmi dengan umat non Kristen
  4. Penyusunan jadwal kegiatan hendaknya memperhatikan jadwal kegiatan kalender liturgi gereja seperti kegiatan Pra-Paskah, Advent, Bulan kitab suci, Bulan maria/Rosario dll.
  5. Hendaknya memperhatikan sumber daya yang di miliki oleh lingkungan baik sumber daya keuangan maupun petugas pelaksana.

KETUA DAN WAKIL KETUA

  1. Bertanggung jawab atas semua kegiatan lingkungan yang bertujuan untuk membangun pertumbuhan iman umat yang semakin baik dalam semangat persaudaraan, viagra semangat saling melayani, tadalafil dengan memperhatikan arah pastoral Paroki St. Monika.

  2. Bersama pengurus lingkungan merencanakan dan menyusun program kerja lingkungan yang sesuai dengan arah pastoral yang sudah diputuskan oleh Dewan Paroki St. Monika Serpong.

  3. Bertanggung jawab dalam membangun hubungan kerja dengan seksi-seksi yang ada di Paroki dengan menghadiri rapat-rapat Pleno paroki ataupun mengirim utusan dari seksi yang bersangkutan dalam kerja sama dengan seksi2 di paroki.

  4. Bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi kontrol atas perangkat seksi yang berada dibawahnya, prescription agar semua kegiatan yang dilakukan berjalan sesuai dengan program kerja yang sudah dibuat bersama, dan mengkoordinasikan kegiatan2 tersebut agar berjalan dengan baik.

  5. Membangun hubungan kerja di tingkat wilayah dengan lingkungan2 yang berada di wilayah tersebut.

  6. Melakukan Evaluasi secara berjangka atas program kerja yang sudah ditentukan.

  7. Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan lingkungan pada masa akhir jabatannya.

  8. Bekerja sama dengan semua anggota pengurus mempersiapkan penggantian pengurus baru jika masa kepengurusannya telah selesai.

  9. Tetap memberikan bantuan pendampingan kepada pengurus baru, baik dalam hal informasi maupun sumbangan pemikiran.

SEKRETARIS LINGKUNGAN

  1. Bertugas membuat surat menyurat baik kedalam maupun keluar lingkungan.

  2. Mempersiapkan dan menyusun agenda rapat.

  3. Membuat notulen rapat.

  4. Membuat data umat dan meng-update data umat yang ada di lingkungannya.

  5. Membangun komunikasi yang baik dengan sekretariat tingkat paroki agar setiap informasi pelayanan yang dibutuhkan umat dapat disampaikan dengan baik. Termasuk dalam hal ini mengambil surat-surat yang ditujukan kepada lingkungan yang di letakkan di kotak surat paroki.

BENDAHARA:

  1. Membuat laporan keuangan lingkungan

  2. Mengumpulkan dana rutin dari iuran anggota umat, ataupun melakukan usaha-usaha pencarian dana lainnya untuk keperluan kegiatan lingkungan.

  3. Mengumpulkan dana iuran SPKSM dan menyetorkannya ke SPKSM.

  4. d.Bekerja sama dengan seksi sosial mengumpulkan dana APP pada masa Pra Paskah, Aksi Natal juga Hari Pangan Se-Dunia.

SEKSI LITURGI:

  1. Merencanakan dan mengkoordinir kegiatan2 perayaan Misa Lingkungan, Misa Arwah/ibadat kematian, Pemberkatan Rumah, ibadat rosario, ataupun kegiatan2 lainnya yang bertujuan membangun pertumbuhan iman umat .

  2. Menetapkan dan menghubungi Romo ataupun Pewarta/pemandu yang akan bertugas dalam kegiatan2 tersebut.

  3. Menetapkan jam, hari dan tempat pertemuan serta menginformasikan kepada sekretaris untuk dibuatkan undangannya.

  4. Mengkoordinir tugas-tugas Talaksana dan Tugas Koor jika mendapat tugas dari paroki.

SEKSI SOSIAL

  1. Merencanakan dan mengkoordinir kegiatan2 yang bertujuan untuk memberikan perhatian, pertolongan, ataupun bantuan2 khusus kepada umat yang membutuhkan atau yang mengalami musibah/kesusahan

  2. Merencanakan dan mengkoordinir kegiatan bakti sosial (jika ada)

  3. Menghubungi prodiakon jika ada umat yang membutuhkan komuni di rumah akibat sakit , ataupun di rumah sakit dan yang sudah berusia lanjut.

  4. Membantu panitia APP tingkat paroki (seksi social paroki) dalam sosialisasi dan pengumpulan dana APP, Aksi Natal maupun dana hari pangan sedunia.

  5. Jika ada umat yang mengalami musibah atau yang membutuhkan pertolongan maka seksi sosial lingkungan dapat mengkoordinir umat dengan sepengetahuan ketua lingkungan untuk mengumpulkan dana dan memberikan bantuannya (swadaya umat lingkungan). Jika dalam hal ini masih dirasakan kurang maka seksi sosial lingkungan dapat menghubungi seksi sosial tingkat paroki.

  6. Dalam hal permohonan bantuan ke seksi sosial paroki maka seksi sosial lingkungan perlu memberikan surat pengantar kepada umat yang bersangkutan dan mendampingi umat tersebut saat bertemu dengan seksi sosial paroki. Prosedur dan syarat2 dapat ditanyakan pada seksi sosial paroki.

  7. Jika sebuah lingkungan secara ekonomi sudah diatas rata2 dan tidak ada umat di linkungannya yang mengalami kesulitan, maka seksi sosial di lingkungan tersebut tetap dapat mengorganisir umat untuk mengumpulkan dana sosial yang nantinya bisa dipergunakan untuk membantu umat dari lingkungan lain yang membutuhkan lewat perantaraan seksi sosial paroki. Hal ini untuk membantu seksi sosial paroki yang terbatas dananya, dan sebagai tanda ungkapan rasa kebersamaan sebagai umat satu paroki, dimana lingkungan yang mampu membantu yang belum mampu.

SEKSI PEWARTAAN

  1. Merencanakan dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan seperti Pendalaman iman pada masa pra paskah, masa advent, dan bulan kitab suci, serta kegiatan lain yang bertujuan meningkatkan pembinaan iman umat diluar jadwal kalender liturgi gereja.

  2. Mencari dan menentukan petugas pemandu/pewarta yang akan bertugas pada kegiataan tersebut. Dalam hal ini lingkungan dapat menggunakan pemandu yang tersedia dilingkungan tersebut, jika tidak tersedia dan atau lingkungan perlu dan membutuhkan seorang pemandu/pewarta di luar lingkungan maka dapat mendatangkan pewarta/pemandu dari lingkungan lain/wilayah lain dengan menghubungi langsung pewarta/pemandu yang bersangkutan. Jika kesulitan maka dapat menghubungi koordinator pewarta wilayah, atau Ketua KKS.

  3. Jika pengurus lingkungan/seksi pewarta lingkungan mendatangkan seorang pewarta/pembicara dari luar paroki st. Monika maka hal tersebut perlu di informasikan ke Romo Paroki untuk dimintakan ijinnya.

  4. Menghadiri pertemuan pengarahan yang diselenggarakan oleh Seksi KKS tingkat paroki dalam rangka persiapan pelaksanaan Masa Prapaskah, advent maupun Bulan kitab suci.

SEKSI KERASULAN KELUARGA

  1. Memberikan bantuan kepada keluarga2 yang karena sesuatu hal membutuhkan bantuan konselor keluarga, dengan menghubungi konselor keluarga yang ada di tingkat paroki, dalam hal ini SKK.

  2. Bekerja sama dengan seksi liturgi membuat kegiatan2 dengan tema yang bertujuan membangun keluarga2 katolik yang semakin baik.

SEKSI BINA IMAN ANAK

  1. Membina dan memperhatikan pertumbuhan iman anak-anak khususnya yang berusia play goup sampai kelas VI SD. Dengan mengadakan kegiatan bina iman anak seminggu sekali atau sesuai kebutuhan.

  2. Bekerja sama dengan Bina Iman Anak Paroki dalam kegiatan Natal anak, Paskah anak ataupun kegiatan pelatihan guru2 bina iman anak.

CATATAN:

  1. Dalam menjalankan tugas2nya setiap lingkungan sesuai dengan kebutuhannya dapat menambah atau mengurangi jumlah seksi tersebut dengan mengacu pada seksi-seksi yang ada di paroki. Selain seksi2 yang sudah disebutkan diatas masih ada lingkungan yang menambah beberapa seksi lagi dalam kegiatannya seperti : Seksi SPKSM, Seksi Lansia (jika dilingkungan tersebut banyak anggota lansianya), Seksi Bina Iman Remaja.

Jadwal Misa

MISA HARI SABTU

  • Misa Pertama : 17.00
  • Misa kedua : 19.30

MISA HARI MINGGU

  • Misa Pertama : 06.00
  • Misa Kedua : 08.30
  • Misa Ketiga : 17.00
  • Misa Keempat : 19.30

MISA HARIAN

  • Senin s/d Sabtu : 05.45

MISA JUMAT PERTAMA

  • pk 19.30

MISA HARI BESAR

  • Dapat juga dilihat di Warta Monika di bawah ini untuk di download.

Warta Monika

DOWNLOAD DISINI

 

TERBIT TIAP SABTU JAM 6 SORE

SEKRETARIAT PAROKI
Jalan Alamanda Blok V No.1
Sektor 1.2,
Bumi Serpong Damai,
Tangerang 15318


 

Phone:
+62-21-537 7427, 531-52546
Fax: +62-21-537 3737

 

Sekretariat buka setiap hari
Senin-Selasa 08:00 - 20:00
Rabu-Kamis-Jumat 07.00 - 20:00
Sabtu-Minggu 07.00 - 21.00


 
 

Email web admin:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Email sekretariat paroki:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

SPKSM call center
(Layanan Kematian)
0812.8308.0100

 

Twitter Berita Vatikan

Kalendar Liturgi

Sumber: www.imankatolik.or.id

Pengunjung Website

Today88
Yesterday354
This week1561
This month12960
Total331920

Visitor IP : 54.162.234.109 Visitor Info : Unknown - Unknown Sunday, 30 April 2017 03:18

Who Is Online

Guests : 66 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb