Panduan Lingkungan
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Jika lingkungan mendapat tugas Koor yang jadwalnya sudah diatur oleh seksi Musik Liturgi Paroki maka pengurus lingkungan perlu memperhatikan hal-hal berikut ini: ( panduan diawah ini dikutip dari panduan yang direbitkan oleh seksi liturgy tgl 27 nop 05).

  • Sebelum bertugas hendaknya kelompok panduan suara, organis dan pemazmur mengadakan latihan secukupnya.

  • Dalam hal pemilihan lagu perlu memperhatikan :

    • Lagu yang dipilih hendaknya di ambil dari puji syukur dan sesuai dengan kalender liturgi saat itu. (dapat mengikuti anjuran lagu pada majalah fajar liturgi).

    • Pemilihan lagu diluar puji syukur dimungkinkan pada lagu persembahan, komuni dan penutup. Khusus lagu Kemuliaan dianjurkan lagu yang didahului dengan ajakan imam “ Kemuliaan kepada Allah di surga”.

    • Lagu Bapa Kami dianjurkan yang liriknya sama seperti kata dalam doa “ Bapa Kami” (mis PS 404 dan 405)

    • Salam damai, tidak perlu dinyanyikan, (kecuali dalam misa lingkungan atau misa untuk komunitas tertentu).

  • Daftar lagu yang akan dinyanyikan, disampaikan kepada pastor yang memimpin misa (di ruang sakristi) paling lambat 15 menit sebelum misa dimulai.

  • Anggota koor, dirigen, organis dan pemazmur hendaknya berpakaian rapi dan sopan serta tidak memakai sandal.

  • Bersiap ditempat tugas koor paling lambat 15 mnt sebelum misa di mulai.

  • Selama bersiap dan bertugas tetap menjaga suasana khidmat (antara lain: tidak ngobrol); dan agar anggota koor tidak minum saat bertugas.

  • Untuk membantu umat mempersiapkan hati, 15 menit sebelum misa bisa diperdengarkan lagu/musik yang sesuai. (catatan: hindari organis mencari intro atau nada atau mencoba bunyi sehingga terdengar oleh umat.)

  • Salah satu anggota koor (yang ditugasi) mengatur posisi mic dalam keadaan on.

  • Khusus untuk dirigen, saat memimpin dan mengajak umat bernyanyi hendaknya ikut bernyanyi, agar aba-aba yang diberikan tepat.

  • Khusus untuk Pemazmur:

    • Menyanyikan mazmur dimimbar yang sudah disediakan.

    • Maju bersamaan dgn lektor I saat hendak membacakan Bacaan I, menghormat bersama di depan altar, bersama naik ke panti Imam. Pemazmur berdiri disamping kanan lektor dan menghadap altar. (menunggu selama dibacakan bacaan I).

    • Selesai bacaan I, pemazmur berganti posisi dengan lektor I dan siap mendaraskan mazmur. (atur volume suara dan jarak dengan mic +/- 10 cm). selesai 1 ayat didaraskan lektor I turun dan digantikan oleh lektor II naik. (hendaknya mendaraskan semua ayat dengan baik).

    • Selesai mendaraskan mazmur, kembali ke posisi samping mimbar selama bacaan II dibacakan.

    • Selesai bacaan II, pemazmur berganti posisi dengan lektor II untuk menyanyikan bait pengantar injil. ( selama Bait Pengantar Injil dinyanyikan, lektor II menunggu disamping mimbar untuk kemudian kembali ketempat bersama pemazmur setelah selesai menyanyikan Bait Pengantar Injil).

  • Lagu komuni hendaknya mulai dinyanyikan dengan memperhatikan jeda waktu yang cukup bagi umat (anggota koor) untuk hening berdoa (beri cukup waktu dan tidak tergesa-gesa mulai bernyanyi).

  • Selesai bernyanyi atau bertugas, agar tetap menjaga suasana khidmat. (hindari suara gaduh, terlebih apabila mic masih dalam posisi “on”).

    Beberapa Catatan :

    1. Karena lagu-lagu selama Perayaan Ekaristi sangat membantu menciptakan suasana khidmat, maka keberadaan petugas koor (paduan suara) sangatlah penting, khususnya untuk mengajak /mengangkat umat bernyanyi.

    2. Sebelum misa dimulai, dengan memperhitungkan waktu, dapat mengajak umat untuk berlatih lagu-lagu baru yang akan dinyayikan.

    3. Memulai setiap lagu, hindari jeda waktu yang terlalu lama untuk mulai bernyanyi.

    4. Lagu Pembukaan dinyanyikan sampai semua petugas misa dan Imam sudah siap ditempat masing-masing ( Bila lagu tidak cukup panjang dapat diulangi)

    5. Lagu Persembahan dinyayikan sampai persiapan persembahan dan kolekte (sekurangnya yang berada dalam gereja selesai ).

    6. Lagu Komuni dinyanyikan sampai semua umat yang menyambut komuni selesai (bila lagu tidak cukup panjang dapat diulangi).

    7. Lagu Penutup dinyanyikan sampai perarakan / prosesi Imam beserta petugas misa lainnya sudah meninggalkan ruangan gereja